Flayer ucapan selamat hari Nyepi oleh Puspa Bayu Nugraha, Anggota DPRD Morowali. Foto : Ist
<p data-start="0" data-end="334"><span style="font-size: 15px; font-family: 'book antiqua', palatino;"><strong>Morowali, siarutama.com</strong>-Perayaan <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Hari Nyepi</span></span> Tahun Baru Saka kembali menjadi momentum refleksi yang sarat makna bagi umat Hindu di Indonesia. Di tengah dunia yang terus bergerak cepat, Nyepi hadir sebagai jeda—mengajak manusia untuk berhenti sejenak, menenangkan diri, dan merenungi hubungan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.</span></p>
<p data-start="336" data-end="627"><span style="font-size: 15px; font-family: 'book antiqua', palatino;">Dalam suasana hening tanpa aktivitas, tanpa suara, bahkan tanpa cahaya di sebagian wilayah, nilai-nilai spiritual justru menemukan ruangnya yang paling dalam. Nyepi bukan sekadar tradisi, tetapi sebuah laku hidup yang mengajarkan pengendalian diri dan kesadaran akan pentingnya keseimbangan.</span></p>
<p data-start="629" data-end="867"><span style="font-size: 15px; font-family: 'book antiqua', palatino;">Tokoh masyarakat dan berbagai elemen pemerintahan turut menyampaikan pesan dalam perayaan ini, menekankan bahwa makna Nyepi melampaui batas keagamaan. Ia menjadi pengingat universal tentang pentingnya introspeksi dan tanggung jawab moral.</span></p>
<p data-start="869" data-end="1114"><span style="font-size: 15px; font-family: 'book antiqua', palatino;">“Selamat Hari Nyepi Tahun Baru Saka. Semoga keheningan ini membawa kedamaian dalam diri, memperjernih pikiran, dan memperkuat kebijaksanaan dalam bertindak,” demikian pernyataan resmi yang disampaikan Bayu dalam rangka peringatan Nyepi, Kamis, 19 Maret 2026.</span></p>
<p data-start="869" data-end="1114"><span style="font-size: 15px; font-family: 'book antiqua', palatino;">Rangkaian Nyepi sendiri didahului oleh berbagai ritual, termasuk <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Melasti</span></span> yang melambangkan penyucian diri dan alam, serta <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Ogoh-Ogoh</span></span> yang menggambarkan simbolisasi sifat-sifat buruk manusia yang harus dikendalikan. Namun puncaknya adalah keheningan total, yang dikenal dengan Catur Brata Penyepian—tidak menyalakan api, tidak bekerja, tidak bepergian, dan tidak bersenang-senang.</span></p>
<p data-start="1554" data-end="1808"><span style="font-size: 15px; font-family: 'book antiqua', palatino;">Makna mendalam dari Nyepi terletak pada kesadaran bahwa manusia tidak selalu harus bergerak untuk berkembang. Justru dalam diam, seseorang dapat melihat lebih jernih arah hidupnya, mengevaluasi kesalahan, dan menata kembali niat untuk menjadi lebih baik.</span></p>
<p data-start="1810" data-end="2080"><span style="font-size: 15px; font-family: 'book antiqua', palatino;">Dalam konteks kehidupan sosial, Nyepi juga mengajarkan pentingnya toleransi dan saling menghormati antar umat beragama. Di berbagai daerah, masyarakat dari latar belakang yang berbeda turut menjaga suasana kondusif agar umat Hindu dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk.</span></p>
<p data-start="2082" data-end="2334"><span style="font-size: 15px; font-family: 'book antiqua', palatino;">“Nyepi mengajarkan kita bahwa kedamaian tidak selalu lahir dari keramaian, tetapi dari kemampuan mengendalikan diri. Ini adalah nilai yang sangat relevan dalam kehidupan bermasyarakat, terutama di tengah perbedaan yang ada,” lanjutnya.</span></p>
<p data-start="2336" data-end="2629"><span style="font-size: 15px; font-family: 'book antiqua', palatino;">Lebih jauh, perayaan ini juga menjadi refleksi ekologis. Dengan berhentinya aktivitas selama sehari, alam seolah diberi kesempatan untuk bernapas. Langit menjadi lebih bersih, udara terasa lebih segar, sebuah pengingat bahwa manusia memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan lingkungan.</span></p>
<p data-start="2631" data-end="2852"><span style="font-size: 15px; font-family: 'book antiqua', palatino;">Menutup peringatan Nyepi, harapan besar disampaikan agar nilai-nilai keheningan, pengendalian diri, dan kebijaksanaan tidak berhenti sebagai ritual tahunan, tetapi menjadi bagian dari karakter dalam kehidupan sehari-hari.</span></p>
<p data-start="2854" data-end="3074"><span style="font-size: 15px; font-family: 'book antiqua', palatino;">“Hari Nyepi bukan hanya tentang satu hari tanpa aktivitas, tetapi tentang bagaimana kita membawa ketenangan itu ke dalam setiap langkah kehidupan yang lebih baik lagi.”</span></p>
<p data-start="3076" data-end="3255" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><span style="font-size: 15px; font-family: 'book antiqua', palatino;">Dengan demikian, Nyepi bukan sekadar perayaan, melainkan sebuah ajakan untuk kembali pada esensi menjadi manusia yang lebih sadar, lebih bijak, dan lebih selaras dengan kehidupan.</span></p>

Morowali, Siarutama.com – Anggota DPRD Kabupaten Morowali, Muslimin Dg Masiga yang dikenal dengan sapaan MDM,…
Morowali, Siarutama.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Morowali, Puspa Bayu Nugraha, melaksanakan…
Morowali, Siarutama.com —Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Morowali, Puspa Bayu Nugraha, memanfaatkan momentum…
Morowali, siarutama.com-Dalam rangka memperingati Idul Fitri 1447 Hijriah, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten…
Kendari, siarutama.com - Program mudik gratis jalur laut rute Kendari–Raha resmi dimulai pada Kamis, 12…
Yogyakarta, siarutama.com — Aksi mogok kerja yang dilakukan oleh para pekerja PT Taru Martani akhirnya…