Categories: Tak Berkategori

Kala Kegiatan Patungan malah Memulung Biaya

<p><span style&equals;"font-family&colon; 'trebuchet ms'&comma; geneva&semi; font-size&colon; 16px&semi;">Kendari&comma; Siarutama&period;com &&num;8211&semi; Selepas Isya&comma; di halaman sekretariat Pusat Kegiatan Mahasiswa &lpar;PKM&rpar; Institut Agama Islam Negeri &lpar;IAIN&rpar; Kendari&comma; angin malam bersama binar bulan menyebuk ke ruang percakapan organisasi&period; Di antara lalu lalang suara yang saling bersahutan&comma; seorang penghuni sekretariat duduk bersila sembari menatap layar telponnya pada Selasa malam 4 November 2025&period;<&sol;span><&sol;p>&NewLine;<p><span style&equals;"font-family&colon; 'trebuchet ms'&comma; geneva&semi; font-size&colon; 16px&semi;">Bibirnya melebar tersenyum&comma; matanya kadang kala menyempit&period; Sesekali suaranya terbata-bata&comma; menahan tawa saat melihat <em>flayer<&sol;em> kegiatan patungan yang didalangi oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa tingkat institut dan Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam &lpar;FEBI&rpar;&period; Beberapa kali jarinya sibuk menjamah layar telpon&comma; sebelum obrolan berpindah ke dalam sebuah grup&period;<&sol;span><&sol;p>&NewLine;<p><span style&equals;"font-family&colon; 'trebuchet ms'&comma; geneva&semi; font-size&colon; 16px&semi;">Tepat pukul 20&period;21&comma; <em>flayer<&sol;em> kegiatan itu menyelinap ke dalam grup dengan disertai pertanyaan menohok yang ditujukan kepada seorang petinggi Dema&comma; &&num;8220&semi;sebagai menteri Dema&comma; kenapa ada biaya pendaftaran&quest;&&num;8221&semi; Tanya seorang peserta grup kepada Iza &lpar;nama samaran&rpar;&period;<&sol;span><&sol;p>&NewLine;<p><span style&equals;"font-family&colon; 'trebuchet ms'&comma; geneva&semi; font-size&colon; 16px&semi;">Pertanyaan itu&comma; berkaitan dengan<em> flayer <&sol;em>kegiatan bertajuk &OpenCurlyDoubleQuote;Dema Beraksi <em>Night Run&comma;<&sol;em>” sebuah ajang lari malam yang rencananya akan berlangsung pada bulan November di pelataran IAIN Kendari&comma; dengan biaya pendaftaran yang dibebankan kepada para pendaftar sebesar Rp135 ribu&period; Sebuah harga yang tergolong cukup mahal untuk ukuran kegiatan lembaga kemahasiswaan&period;<&sol;span><&sol;p>&NewLine;<p><span style&equals;"font-family&colon; 'trebuchet ms'&comma; geneva&semi; font-size&colon; 16px&semi;">Sesaat setelah membaca pesan grup&comma; Iza cepat-cepat membalas&comma; &&num;8220&semi;pengembalian dana kak&comma; karena dana difokuskan untuk festival budaya&comma;&&num;8221&semi; ujarnya&period; Kata-kata itu justru memunculkan pertanyaan publik&comma; bagaimana mungkin lembaga kemahasiswaan&comma; Dema Institut yang memiliki anggaran Rp70 Juta dan Dema FEBI Rp15 Juta&comma; menyelenggarakan kegiatan dengan pungutan biaya pendaftaran&period;<&sol;span><&sol;p>&NewLine;<p><span style&equals;"font-family&colon; 'trebuchet ms'&comma; geneva&semi; font-size&colon; 16px&semi;">Jawaban Iza&comma; sontak mendapat respons dari peserta grup lainnya yang sedang menyimak pembahasan kegiatan Dema&period; Galu&comma; sebut saja begitu&comma; yang kebetulan sementara <em>online<&sol;em> turut melontarkan pertanyaan&comma; &&num;8221&semi; <em>Puh<&sol;em> kenapa begini Iza&quest;&&num;8221&semi; Ujarnya dengan perasaan keheranan&period;<&sol;span><&sol;p>&NewLine;<p><span style&equals;"font-family&colon; 'trebuchet ms'&comma; geneva&semi; font-size&colon; 16px&semi;">Selain Iza&comma; Objektif juga menghubungi Ketua Dema Febi&comma; Febrian&comma; pada pukul 19&period;51&comma; untuk mempertanyakan perihal tarif kegiatan yang mereka kenakan kepada peserta&period; Ironisnya&comma; bukannya menjawab akar persoalan&comma; Febrian justru memberikan jawaban klise yang tidak merubah apapun&period;<&sol;span><&sol;p>&NewLine;<p><span style&equals;"font-family&colon; 'trebuchet ms'&comma; geneva&semi; font-size&colon; 16px&semi;">&&num;8220&semi;Lihat hadiahnya dan <em>benefit<&sol;em> nya dik&comma; katanya&period; &&num;8220&semi;terus bukan cuman <em>run<&sol;em> kegiatan&period;&&num;8221&semi; Sekilas&comma; pernyataan ini tampak seperti nasihat moral dari seseorang yang merasa seakan tak ada masalah&period; Kalau ditelisik lebih dalam&comma; sejatinya di situlah persoalannya—tak ada rasa korektif diri&period;<&sol;span><&sol;p>&NewLine;<p><span style&equals;"font-family&colon; 'trebuchet ms'&comma; geneva&semi; font-size&colon; 16px&semi;">Misalnya&comma; mengapa kegiatan mahasiswa yang hanya sekadar lari malam harus ada pungutan biaya pendaftaran&quest; Jika alasan berikutnya bukan cuma <em>run<&sol;em> karena akan ada festival budaya&comma; justru karena itu&comma; kegiatan lembaga yang sudah mendapat pendanaan dari kampus seyogianya tak ada tarif yang diberlakukan&period;<&sol;span><&sol;p>&NewLine;<p><span style&equals;"font-family&colon; 'trebuchet ms'&comma; geneva&semi; font-size&colon; 16px&semi;">Lebih jauh&comma; perkara ini bukan semata tentang hadiah&period; Sebagaimana ucapan Febrian&period; Lazimnya&comma; setiap penyelenggara kegiatan kemahasiswaan&comma; tak memungut biaya pun sudah pasti memberikan penghargaan kepada peserta&comma; baik secara materil maupun non materil&period; Tanpa ada embel-embel dalih &&num;8220&semi;pengembalian dana&&num;8221&semi; untuk kegiatan lainnya&period; Kalau seperti demikian&comma; lalu kemana perginya anggaran lembaga kemahasiswaan yang telah diporsikan pada setiap kegiatan&quest;<&sol;span><&sol;p>&NewLine;<p><span style&equals;"font-family&colon; 'trebuchet ms'&comma; geneva&semi; font-size&colon; 16px&semi;">Jika kegiatan lainnya memerlukan biaya tambahan dari mahasiswa&comma; ini mengindikasikan bahwa anggaran lembaga tidak dikelola dengan baik dan transparan&period; Yang dimana seharusnya anggaran lembaga sudah mencukupi seluruh kegiatan yang direncanakan&comma; tanpa perlu memunggut biaya tambahan&period; Apalagi hanya sekadar kegiatan <em>night run<&sol;em>&period; Oleh karena itu&comma; organisasi kemahasiswaan yang merupakan sumbu perjuangan sosial&comma; jangan berubah arah menjadi wadah pergerakan bermotif komersial&period;<&sol;span><&sol;p>&NewLine;<p><span style&equals;"font-family&colon; 'trebuchet ms'&comma; geneva&semi; font-size&colon; 16px&semi;">Esoknya&comma; Rabu&comma; 5 November 2025&comma; matahari yang terik telah menghampar sinarnya dari depan halaman sekretariat hingga merangsek masuk ke dalam ruangan&period; Ketika menuju dapur untuk menyeduh kopi&comma; tiba-tiba terngiang kembali percakapan semalam mengenai tarif kegiatan Dema yang harus dimuat dalam rubrik editorial ke redaksian&period;<&sol;span><&sol;p>&NewLine;<p><span style&equals;"font-family&colon; 'trebuchet ms'&comma; geneva&semi; font-size&colon; 16px&semi;">Selepas memanaskan air&comma; waktu telah menunjukkan pukul 13&period;20 saat menghubungi salah seorang presidium panitia kegiatan bernama Lufi&comma; bukan nama sebenarnya&comma; buat mengonfirmasi mengapa ada pungutan biaya pendaftaran&period; Paling tidak&comma; publik bisa tahu&comma; apa alasan selanjutnya selain dalih pengembalian dana seperti yang dikatakan Iza&period;<&sol;span><&sol;p>&NewLine;<p><span style&equals;"font-family&colon; 'trebuchet ms'&comma; geneva&semi; font-size&colon; 16px&semi;">Berdasarkan hasil pembicaraan dengan Lufi&comma; bahwa tarif itu merupakan kesepakatan kolektif dari seluruh kepanitiaan&period; Namun&comma; ketika ditanya terkait bagaimana transparansi dana dua lembaga kemahasiswaan dalam kegiatan ini&comma; sampai kemudian terjadi pemberlakuan pemungutan biaya pendaftaran&comma; ia justru menjawab kebingungan&period;<&sol;span><&sol;p>&NewLine;<p><span style&equals;"font-family&colon; 'trebuchet ms'&comma; geneva&semi; font-size&colon; 16px&semi;">&&num;8220&semi;Saya juga <em>nda tau<&sol;em> kak harus bagaimana&period; Saya juga mau kasih gratis tapi <em>mo diapa&comma;<&sol;em>&&num;8221&semi; katanya&period; &&num;8220&semi;Saya juga <em>nda<&sol;em> pernah saya <em>tau<&sol;em> dana dipa itu&period;&&num;8221&semi;<&sol;span><&sol;p>&NewLine;<p><span style&equals;"font-family&colon; 'trebuchet ms'&comma; geneva&semi; font-size&colon; 16px&semi;">Singkatnya&comma; dana dipa adalah anggaran yang digelontorkan negara melalui pihak kampus untuk diserahkan kepada setiap lembaga kemahasiswaan internal kampus&period; Seperti&comma; Sema-Dema mulai dari tingkat Institut sampai Fakultas&comma; Unit Kegiatan Khusus dan Unit Kegiatan Mahasiswa &lpar;UKK-UKM&rpar;&comma; hingga Himpunan Mahasiswa Program Studi &lpar;HMPS&rpar;&period;<&sol;span><&sol;p>&NewLine;<p><span style&equals;"font-family&colon; 'trebuchet ms'&comma; geneva&semi; font-size&colon; 16px&semi;">Bahkan tak jarang&comma; Lufi secara ikhlas merogoh uangnya sendiri demi keperluan konsumsi kepanitiaan di tengah proses menjelang pelaksanaan kegiatan&comma; &&num;8220&semi;saya uang pribadi banyak keluar tapi <em>nda apa apa<&sol;em> untuk kebutuhan makanan panitia selama persiapan&period;&&num;8221&semi;<&sol;span><&sol;p>&NewLine;<p><span style&equals;"font-family&colon; 'trebuchet ms'&comma; geneva&semi; font-size&colon; 16px&semi;">Sementara&comma; jika dijumlah anggaran antara Dema Institut dan Dema FEBI&comma; maka total keseluruhannya adalah Rp 85 juta&period; Lufi mengakui bahwa ia tak pernah dikomunikasikan soal dana kegiatan Dema Beraksi&comma; &&num;8220&semi;saya dibahasakan <em>jammi <&sol;em>bahas-bahas anggaran&comma; fokus <em>mi<&sol;em> dulu&comma; itu terus yang saya dengar&period;&&num;8221&semi;<&sol;span><&sol;p>&NewLine;<p><span style&equals;"font-family&colon; 'trebuchet ms'&comma; geneva&semi; font-size&colon; 16px&semi;">Lufi juga turut menyampaikan alasan penundaan kegiatan&comma; yang seharusnya dilaksanakan bulan September&comma; namun&comma; molor sampai akhir November nantinya&period; Menurutnya&comma; akar penundaan kegiatan adalah anggaran yang tidak siap&period; Sehingga&comma; mau tidak mau&comma; jalur alternatif melalui proposal permohonan dana harus masuk menjajaki setiap pintu-pintu instansi pemerintah maupun perusahaan-perusahaan swasta&period;<&sol;span><&sol;p>&NewLine;<p><span style&equals;"font-family&colon; 'trebuchet ms'&comma; geneva&semi; font-size&colon; 16px&semi;">Pekerjaan itu kemudian rutin dikerjakan bersama Dema FEBI&period; Sebab&comma; tak ada sokongan pendanaan dari Dema Febi dalam kegiatan Dema beraksi&comma; &&num;8220&semi;Dema FEBI bantu-bantu biasanya bawa proposal&comma;&&num;8221&semi; katanya&period; &&num;8221&semi; &lowbar;Ketanya&lowbar; habis &lowbar;mi&lowbar; &lpar;anggarannya&rpar; di <em>pake<&sol;em> selama Latihan Kepemimpinan Mahasiswa &lpar;LKM&rpar;&period;&&num;8221&semi;<&sol;span><&sol;p>&NewLine;<p><span style&equals;"font-family&colon; 'trebuchet ms'&comma; geneva&semi; font-size&colon; 16px&semi;">Di akhir percakapan&comma; Lufi menginginkan ada pembentukan lembaga yang mengaudit keuangan lembaga kemahasiswaan&comma; dengan harapan proses pengelolaan dana kemahasiswaan bisa lebih transparan&period;<&sol;span><&sol;p>&NewLine;<p><span style&equals;"font-family&colon; 'trebuchet ms'&comma; geneva&semi; font-size&colon; 16px&semi;">&&num;8220&semi;Bagus <em>kalo<&sol;em> terbentuk Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa &lpar;KPUM&rpar; kita bentuk badan penyelidik keuangan mahasiswa&comma;&&num;8221&semi; ujarnya penuh harap&period;<&sol;span><&sol;p>&NewLine;<p><span style&equals;"font-family&colon; 'trebuchet ms'&comma; geneva&semi; font-size&colon; 16px&semi;">Mungkin dikemudian hari&comma; mahasiswa perlu bertanya&period; Apakah hanya sekadar ingin menikmati sebuah kegiatan yang sejatinya di peruntukan untuk mereka&comma; harus selalu diramaikan dengan tarif&quest; Ketika lembaga kemahasiswaan telah memiliki anggaran dalam menjalankan setiap program kegiatannya&period;<&sol;span><&sol;p>&NewLine;<p><span style&equals;"font-family&colon; 'trebuchet ms'&comma; geneva&semi; font-size&colon; 16px&semi;">Memang benar&comma; lembaga kemahasiswaan bisa saja keliru&comma; tapi akan lebih mengkhawatirkan adalah pelanggengan budaya transaksional memenuhi ambisi kegiatan yang terkesan populis demi popularitas&comma; namun tidak menjadi representasi seutuhnya dari mahasiswa&period;<&sol;span><&sol;p>&NewLine;<p><span style&equals;"font-family&colon; 'trebuchet ms'&comma; geneva&semi; font-size&colon; 16px&semi;">Aulia Permata Ashar dan Alisa Tri Julela berkontribusi dalam penulisan ini<&sol;span><&sol;p>&NewLine;

siar.id066@gmail.com

Share
Published by
siar.id066@gmail.com